ROKOK, MAUT DI TENGAH
KELUARGA
Karena
bentuknya tak mau berhenti, dan merasa berbagai obat tak ada lagi yang
bermanfaat, margareth akhirnya pergi memeriksakan diri lebih serius lagi badan
nya diperiksa lewat rontgen. Dan sunguh ia sangat terkejut ketika mendengar
bahwa paru-paru nya bisa dipastikan telah terserang kanker.
setengah“kanker?”
tak percaya, tapi dokter memperlihatkan
gambar begitu jelas. “selama hidup saya belum pernah merokok meski hanya
satu batang saja.” Gumamnya agak panjang.
“Barangkali
Suami Anda Merokok?” tanya dokter.
Mendengar
pertanyaan ini margareth seperti di ingatkan akan sebuah kunci yang hilang. Benar,
selama 40 tahun perkawinan mereka suami nya tak pernah berhenti merokok .
setiap hari ia bisa menghabiskan antara satu sampai satu setengah bungkus rokok
(sigaret). Dalam perbendaharaan istilah kedokteraan, apa yang di alami oleh
margareth tersebut secara populer disebut perokok tangan kedua. Yang
bersangkutan memang tidak langsung menghisap rokok. Tapa karena ada orang atau
sejumlah orangdi sekeliling nya yang secara terus menerus menghisap rokok maka
yang bersangkutan juga ikut ketularan. Dan,lewat penelitian di berbagai
tempat para pakar ilmu kesehatan berani memastikan bahwa perokok tangan kedua
ini bisa ikut “ketularan” kanker jauh lebih berat ketimbang yang
di bayangkan oleh awam.
Dari
24 penelitian yang diadakan pada tahun 1990 dan berlangsung di berbagai negara
termasuk CHINA, JEPANG dan HONGKONG,
para ahli kesehatan di AS menggolongkan perokok tangan kedua tersebut
sebagai “kelompok Acarcinogen”, yakni
pengidap penyebab kanker bagi manusia.
Ribuan
perokok setiap tahun nya meningal karena kanker dan yang jadi sebab nya tak lain hanya karena
tinggal bersama-sama dalam lingkungan para perokok.
Para
korban yang seperti itu jauh lebih banyak lagi bagi anak-anak yang sebenarnya
sama sekali tidak berdosa dalam urusan rokok merokok.
Hindarilah
merokok, karena merokok bisa menyebabkan kanker.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar