Semakin lama ku
jalani hidup semakin lama ku di bodohi oleh waktu yang terus berputar dan
semakin mnyiksa ku, semesti nya di usia yang sudah menginjak masa remaja aku
sudah bisa menemuiJati diri ku, tapi saat ini entah kenapa aku sama sekali tak
ada perobahan di permulaan hitungan 1
sampai saat ini angka yang ku punya masih 0(nol).
Mungkin karena aku egois hingga aku
tak tau dimana letak kesalahan ku dan yang aku tau ,aku merasa aku telah
berusaha dan berdo’a untuk berjuang dalam kehidupanku dan aku ingin seperti
anak-anak remaja yang lain bisa menikmati hidup dengan perasaan damai
,tentram,tampa ada beban yang di pikul yang ada Cuma kata “HAPPY TOGETHER”.
Aku menyesal pada dunia yang tega
membuat ku seperti ini, dunia ngak pernah mau bersahabat dengan kehidupan ku
,hidupku tak seperti tunas kelapa ,dimana terjatuh dan berpijak di situlah ada
kehidupan ,sedangkan aku sangat jauh…………………!!! Aku yakin setiap orang memiliki nasib serupa dengan ku pasti
berkata…..!!! ‘’ sampai kapan kah aku bisa terima hidup seperti ini.
Hidup
ku benar –benar membete’kan ,menyebal kan .kadang aku berpikir mungkin kematian
lah yang terbaik untuk ku ………!!!
…………………………………………………….!!!!
Waktu
terus saja berlalu hari-hari terus mengalami betapa kerasnya pukulan ombak yang
menghantam, dunia seakan gelap gulita tak ada sepercik sinar pun yang mau
memberikn keterangan. Keluh,kesah timbul dalam benakku, apakah ini suatu
perjalan hidup…???
Segerombolan
air mata menghampiri wajah yang tak pernah merasakan pelukan hangat dari
seorang bunda. Lalu langkah kakipun berhenti terdengarlah suatu berita yang
sangat mengembirakan hati dan beharap kegelapan telah disusul dengan
terpancarnya seperti sinar sang surya, ku ikuti dank u ikuti sinar itu hingga
aku mendapatkan apa yang ingin ku gapai namun
kemalangan pun tak pernah bosan menghampiriku……..!!!
Dan
aku merasa jerah untuk mengejar semua impianku, aku merasa sudah beribu gunung
yang tinggi di jagat raya ini yang ku daki dan beribu pulau lautan samudera
yang ku arungi hanya untuk mencari dimanakah aku bisa menemukan kebahagiaan dan
dimankah aku mencari tempat aku berlabuh, namun,,,semakin aku mencari semakin
aku tak mengerti mungkin kebahagiaan tak pernah tercipta untukku sampai aku
menemukan ajalku atau mungkin kebahagiaan memang tak pernah ada dan tak
akan pernah ada untukku.Aku bertekuk
lutut dihadapan sang Robbi dan tertunduk kaku ku angkat kedua tanganku dan
kucurahkan segala rasa dihatiku, “ya Tuhan bagaimana caranya agar aku bisa
bangkit dari keterpurukan ini dan bagaimana caranya agar aku bisa naik dari
kedalaman jurang dan menjatuhkan diriku hingga ku tak bisa bangkit dan
berdiri”.
Malam semakin larut dan sinar rembulan pun
semakin redup aku kesal, aku sebel dengan jalan hidupku sungguh hidupku tak
memiliki warna yang cerah.
By.
Sity Hajarrrrrrr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar