Translate

Rabu, 03 Oktober 2012

JERITAN HATI



Semakin lama ku jalani hidup semakin lama ku di bodohi oleh waktu yang terus berputar dan semakin mnyiksa ku, semesti nya di usia yang sudah menginjak masa remaja aku sudah bisa menemuiJati diri ku, tapi saat ini entah kenapa aku sama sekali tak ada perobahan di permulaan  hitungan 1 sampai saat ini angka yang ku punya masih 0(nol).
            Mungkin karena aku egois hingga aku tak tau dimana letak kesalahan ku dan yang aku tau ,aku merasa aku telah berusaha dan berdo’a untuk berjuang dalam kehidupanku dan aku ingin seperti anak-anak remaja yang lain bisa menikmati hidup dengan perasaan damai ,tentram,tampa ada beban yang di pikul yang ada Cuma kata “HAPPY TOGETHER”.
            Aku menyesal pada dunia yang tega membuat ku seperti ini, dunia ngak pernah mau bersahabat dengan kehidupan ku ,hidupku tak seperti tunas kelapa ,dimana terjatuh dan berpijak di situlah ada kehidupan ,sedangkan aku sangat jauh…………………!!! Aku yakin setiap orang  memiliki nasib serupa dengan ku pasti berkata…..!!! ‘’ sampai kapan kah aku bisa terima hidup seperti ini.
Hidup ku benar –benar membete’kan ,menyebal kan .kadang aku berpikir mungkin kematian lah yang terbaik untuk ku ………!!!
…………………………………………………….!!!!
Waktu terus saja berlalu hari-hari terus mengalami betapa kerasnya pukulan ombak yang menghantam, dunia seakan gelap gulita tak ada sepercik sinar pun yang mau memberikn keterangan. Keluh,kesah timbul dalam benakku, apakah ini suatu perjalan hidup…???
Segerombolan air mata menghampiri wajah yang tak pernah merasakan pelukan hangat dari seorang bunda. Lalu langkah kakipun berhenti terdengarlah suatu berita yang sangat mengembirakan hati dan beharap kegelapan telah disusul dengan terpancarnya seperti sinar sang surya, ku ikuti dank u ikuti sinar itu hingga aku mendapatkan apa yang ingin ku gapai namun  kemalangan pun tak pernah bosan menghampiriku……..!!!
Dan aku merasa jerah untuk mengejar semua impianku, aku merasa sudah beribu gunung yang tinggi di jagat raya ini yang ku daki dan beribu pulau lautan samudera yang ku arungi hanya untuk mencari dimanakah aku bisa menemukan kebahagiaan dan dimankah aku mencari tempat aku berlabuh, namun,,,semakin aku mencari semakin aku tak mengerti mungkin kebahagiaan tak pernah tercipta untukku sampai aku menemukan ajalku atau mungkin kebahagiaan memang tak pernah ada dan tak akan  pernah ada untukku.Aku bertekuk lutut dihadapan sang Robbi dan tertunduk kaku ku angkat kedua tanganku dan kucurahkan segala rasa dihatiku, “ya Tuhan bagaimana caranya agar aku bisa bangkit dari keterpurukan ini dan bagaimana caranya agar aku bisa naik dari kedalaman jurang dan menjatuhkan diriku hingga ku tak bisa bangkit dan berdiri”.
 Malam semakin larut dan sinar rembulan pun semakin redup aku kesal, aku sebel dengan jalan hidupku sungguh hidupku tak memiliki warna yang cerah.

                                                            By. Sity Hajarrrrrrr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar