Translate

Rabu, 03 Oktober 2012

MALANGNYA NASIB AISYAH





Tak tau Kenapa hari-hari  yang aisyah lalui selalu saja mengalami hal-hal yang tak sama sekali yang aisyah harapkan.,, padahal aisyah telah berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk hidup dan masa depan nya,, karna keyakinan hati aisyah, aisyah pasti bisa menghadapi kenyataan yang ada,.. walaupun batin dan perasaan aisyah sangat tersiksa, semua ini demi cita-cita aisyah
Pada awal aisyah melangkahkan kaki  menuju sebuah pendidikan aisyah sangat berharap sekali nantinya dia akan bisa hidup damai dan tentram, karna disini lah dia bisa menemukan kebahagiaan bersama orang-orang yang ada disana,,, dan ternyata dia salah.. malah dia mendapatkan siksaan yang sangat pedih dan kekejaman yang tak ada dua nya,,,,, padahal baru 1 bulanan dia disana, aisyah sudah benar-benar gak sanggup lagi, karna semua ini tak adil untuk nya, karna meski bukan dia yang berbuat,,, dia tetap dihukum karna satu berbuat semua kenaaaa, aisyah tak sanggup menghadapinya lagi, akhir nya aisyah memutuskan untuk pindah sekolah,,,, orang tua aisyah sebenarnya tak sanggup lagi membiayai dia untuk melanjut kan sekolah lain
Tapi karna keinginan aisyah untuk sekolah apapun akan dia lakukan, sepulang sekola aisyah membatu ibu untuk bejualan gado-gado, sayang nya sekarang ibu aisyah sedang sakit keras. Dengan terpaksa aisyah menjual gado-gado nya disekolah Tanpa merasa malu. Ternyata disekolah, ia malah menjadi bahan tertawaan teman-teman nya.tapi semua itu tidak masalah bagi aisyah, bahkan aisyah membalas semua itu dengan senyuman.
Ternyata nasib malang memang selalu menghampiri aisyah, sepulangnya aisyah dari sekolah, ia mendapati ibu nya telah terbujur tak bernyawa. Tubuh aisyah lemah tak berdaya, betapa tidak, belum lama ayah nya meninggal, sekarang telah disusul pula oleh ibu tercinta.
Selesai pemakaman ibunya, aisyah diajak tinggal bersama bibik nya . sunggu tak di duga,, ternyata nasib malang selalu datang bertubi-tubi menghampiri aisyah. Ketika aisyah tertidur kelap tiba-tiba ada sosok laki-laki masuk kamar aissyah, orang itu tak lain ternyata dia adalah pamannya sendiri. Tanpa pikir panjang paman nya lansung melakukan hal yang tak mesti ia lakukan. Aisyah tidak bisa berbuat apa-apa, kesucian nya telah dinodai oleh paman nya. Aisyah hanya bisa menangisi semua yang  telah terjadi. Dengan sangat licik paman nya menjebak aisyah, sehingga aisyah diseret keluar dari rumah oleh bibik nya.
Dengan hati yang terpukul aisyah pergi meninggalkan rumah dan melangkah tanpa arah tujuan. Aisyah terus saja berjalan sambil menangis tersedu-sedu, akhirnya tanpa ia sadari, ia telah berada dibibir jurang. Aisyah tertegun melihat dasar jurang yang penuh dengan batu-batu yang besar dan runcing. Aisyah berfikir sejenak, untuk apa lagi dia hidup, sementara dia hanya hidup sebatang kara dan harus menanggung malu. Dengan putus asa aisyah lansung terjun kedasar jurang , bagi aisyah dengan ia mati hilanglah semua penderitaan nya. Sekang aisyah telah mati di dasar jurang, tanpa ada yang mengetahui.

SELESAI


KARANGAN {“SRI YULIANI”}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar