Tak tau Kenapa hari-hari yang aisyah lalui selalu saja mengalami hal-hal
yang tak sama sekali yang aisyah harapkan.,, padahal aisyah telah berusaha
untuk menjadi yang terbaik untuk hidup dan masa depan nya,, karna keyakinan
hati aisyah, aisyah pasti bisa menghadapi kenyataan yang ada,.. walaupun batin
dan perasaan aisyah sangat tersiksa, semua ini demi cita-cita aisyah
Pada awal aisyah melangkahkan kaki menuju sebuah pendidikan aisyah sangat
berharap sekali nantinya dia akan bisa hidup damai dan tentram, karna disini
lah dia bisa menemukan kebahagiaan bersama orang-orang yang ada disana,,, dan
ternyata dia salah.. malah dia mendapatkan siksaan yang sangat pedih dan
kekejaman yang tak ada dua nya,,,,, padahal baru 1 bulanan dia disana, aisyah
sudah benar-benar gak sanggup lagi, karna semua ini tak adil untuk nya, karna
meski bukan dia yang berbuat,,, dia tetap dihukum karna satu berbuat semua
kenaaaa, aisyah tak sanggup menghadapinya lagi, akhir nya aisyah memutuskan
untuk pindah sekolah,,,, orang tua aisyah sebenarnya tak sanggup lagi membiayai
dia untuk melanjut kan sekolah lain
Tapi karna keinginan aisyah untuk sekolah
apapun akan dia lakukan, sepulang sekola aisyah membatu ibu untuk bejualan
gado-gado, sayang nya sekarang ibu aisyah sedang sakit keras. Dengan terpaksa
aisyah menjual gado-gado nya disekolah Tanpa merasa malu. Ternyata disekolah,
ia malah menjadi bahan tertawaan teman-teman nya.tapi semua itu tidak masalah
bagi aisyah, bahkan aisyah membalas semua itu dengan senyuman.
Ternyata nasib malang memang selalu
menghampiri aisyah, sepulangnya aisyah dari sekolah, ia mendapati ibu nya telah
terbujur tak bernyawa. Tubuh aisyah lemah tak berdaya, betapa tidak, belum lama
ayah nya meninggal, sekarang telah disusul pula oleh ibu tercinta.
Selesai pemakaman ibunya, aisyah diajak
tinggal bersama bibik nya . sunggu tak di duga,, ternyata nasib malang selalu
datang bertubi-tubi menghampiri aisyah. Ketika aisyah tertidur kelap tiba-tiba
ada sosok laki-laki masuk kamar aissyah, orang itu tak lain ternyata dia adalah
pamannya sendiri. Tanpa pikir panjang paman nya lansung melakukan hal yang tak
mesti ia lakukan. Aisyah tidak bisa berbuat apa-apa, kesucian nya telah dinodai
oleh paman nya. Aisyah hanya bisa menangisi semua yang telah terjadi. Dengan sangat licik paman nya
menjebak aisyah, sehingga aisyah diseret keluar dari rumah oleh bibik nya.
Dengan hati yang terpukul aisyah pergi
meninggalkan rumah dan melangkah tanpa arah tujuan. Aisyah terus saja berjalan
sambil menangis tersedu-sedu, akhirnya tanpa ia sadari, ia telah berada dibibir
jurang. Aisyah tertegun melihat dasar jurang yang penuh dengan batu-batu yang
besar dan runcing. Aisyah berfikir sejenak, untuk apa lagi dia hidup, sementara
dia hanya hidup sebatang kara dan harus menanggung malu. Dengan putus asa
aisyah lansung terjun kedasar jurang , bagi aisyah dengan ia mati hilanglah
semua penderitaan nya. Sekang aisyah telah mati di dasar jurang, tanpa ada yang
mengetahui.

KARANGAN {“SRI
YULIANI”}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar